"Aku ingin membiarkanm bermain-main dipikiranku sampai kau benar - benar lelah sendiri bermain disana" -OXV
"Bahkan bayangpun makin senja makin hilang. Dan lalu begitu dengan kau. Ini sudah senja?. Belum, aku belum renta. Kau sudah hilang sja, tak apa. Sudah, sampai senjapun kau tak perlu datang(lagi)" - OXV
"Kau hilang saja!Bawa hatiku. Sungguh, aku tak butuh. Itu tak fungsi lagi. Fungsinya hanya denganmu. Kau makan juga boleh, kalau enak" -OXV
Menjadi wajah lain atau memakai topeng di hadapan orang lain itu pasti sangatlah melelahkan.
Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, aku selalu berlari menuju jendela jendela kamar yang ada di rumahku. Aku berlari menuju jendela rumahku hanya sekedar untuk melihat apakah laki laki itu sudah ada atau belum. Aku ini sebenarnya ingin menyapanya, tapi aku terlalu malu untuk melakukan itu. Lagipula laki laki itu juga tidak kenal siapa aku. Tapi, walau sekedar melihatnya berjalan sambil membawa gitar aku sudah senang. Sekedar melihat tubuhnya dari jendela kaca aku sudah senang. Namun, pernah suatu malam saat perkumpulan remaja di rumahku. Aku mendapat sebuah pernyataan yang membuatku senang sekaligus sedih. Laki laki itu berkenalan denganku, dia bernama Adan(nama nya tentu kusamarkan). Saat itu aku merasa senang karena aku bisa menatap wajahnya sekaligus menggenggam tangannya. Tapi yang membuatku sedih saat pertemuan remaja itu, aku mendapat pernyataan dari dia bahwa dia dengan terang terangan bahwa dia sudah punya pacar. Aku merasakan sesuatu yang aneh di hatiku, sesuatu yang aneh tak bisa kujelaskan.
Setelah pernyataan itu, sudah hampir 3 minggu aku tidak menjadi penganggumnya. Tapi kemarin sabtu aku mendengar kabar bahwa dia sudah putus dengan pacarnya itu. Sungguh aku ingin bersorak sorai, tapi aku juga sedih karena aku lihat Adan murung.
Dan akhir akhir ini aku menjadi penganggumnya lagi, tapi aku menjadi lebih berani karena dihari minggu pagi aku sudah berhasil menyapanya. Dan dia juga balas menyapa.
Tapi aku masih merasa menjadi penganggumnya, karena ku belum bisa menatap Adan lebih lama.
Setelah pernyataan itu, sudah hampir 3 minggu aku tidak menjadi penganggumnya. Tapi kemarin sabtu aku mendengar kabar bahwa dia sudah putus dengan pacarnya itu. Sungguh aku ingin bersorak sorai, tapi aku juga sedih karena aku lihat Adan murung.
Dan akhir akhir ini aku menjadi penganggumnya lagi, tapi aku menjadi lebih berani karena dihari minggu pagi aku sudah berhasil menyapanya. Dan dia juga balas menyapa.
Tapi aku masih merasa menjadi penganggumnya, karena ku belum bisa menatap Adan lebih lama.
Sesekali aku ingin berkata kepada dunia
Apa yang aku rasakan saat ini
Sesekali aku ingin berteriak kepada dunia
Apa yang sedang kupendam saat ini
Aku benci dengan dunia
Aku sangat benci
Aku sungguh bodoh
Aku ingin menangis
Tak ada yang bisa mengerti aku
Atau diriku yang terlalu egois
Sejujurnya diriku sangat senang ketika kau berada disampingku
Sejujurnya diriku cemburu jika dia berada disampingmu
Jika kau menanyakan kabarnya, kau terlihat resah
ketika dia tak ada disampingmu
Kau terlihat gelisah ketika dia tak ada
Sunguh hati ini sakit dibuat olehmu
Ingin kuungkapkan semua yang ada didalam hatiku, tapi apa dayaku
Aku hanyalah ombak yang sewaktu waktu bisa hilang
Sungguh kutak tau harus bagaimana
Sesaat ku ingin melepas rindu, namun aku tau itu berat
Kau selalu bercerita tentang dia
Dia yang cantik nan baik hati
Dia yang selalu sempurna dimatamu
Lalu apa dayaku
Aku hanyalah sebuah buku diarymu
Buku diary yang berisi semua kisahmu dengannya
Sebenarnya setiap kali kau bercerita tentang dia
Hati ini rasanya ingin berbahagia sepertimu
Namun tak bisa kulakukan
Hati ini seakan bertolak belakang dengan hatimu
Suatu saat...
Ingin rasanya aku membuat dongeng denganmu
Bukan hanya mendengarkan dongeng milikmu
Ingin sekali kuceritakan dongengku kepadamu
Ingin sekali ku ajak kau masuk kedalam dongengku
Bermain main disana dan menuliskan banyak hal
Namun kulihat sepertinya tak bisa
Kau sudah punya dongengmu sendiri
Dan itu tak mungkin bisa ku ubah
Kecuali kau yang mengubahnya sendiri
Aku sadar dongengmu itu jauh lebih indah daripada dongengku
Aku sadar selama ini yang ada didalam dongengku hanya kau
Kau yang selama ini menjadi tokoh utama dalam dongengku
Namun aku kembali tersadar
Kau bukan lagi tokoh utama dalam dongengku sekarang
Tapi aku ingin berterima kasih
Karena kau sempat menjadi tokoh utama dalam hidupku
