Aku Ini Hanya Pengagummu
Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, aku selalu berlari menuju jendela jendela kamar yang ada di rumahku. Aku berlari menuju jendela rumahku hanya sekedar untuk melihat apakah laki laki itu sudah ada atau belum. Aku ini sebenarnya ingin menyapanya, tapi aku terlalu malu untuk melakukan itu. Lagipula laki laki itu juga tidak kenal siapa aku. Tapi, walau sekedar melihatnya berjalan sambil membawa gitar aku sudah senang. Sekedar melihat tubuhnya dari jendela kaca aku sudah senang. Namun, pernah suatu malam saat perkumpulan remaja di rumahku. Aku mendapat sebuah pernyataan yang membuatku senang sekaligus sedih. Laki laki itu berkenalan denganku, dia bernama Adan(nama nya tentu kusamarkan). Saat itu aku merasa senang karena aku bisa menatap wajahnya sekaligus menggenggam tangannya. Tapi yang membuatku sedih saat pertemuan remaja itu, aku mendapat pernyataan dari dia bahwa dia dengan terang terangan bahwa dia sudah punya pacar. Aku merasakan sesuatu yang aneh di hatiku, sesuatu yang aneh tak bisa kujelaskan.
Setelah pernyataan itu, sudah hampir 3 minggu aku tidak menjadi penganggumnya. Tapi kemarin sabtu aku mendengar kabar bahwa dia sudah putus dengan pacarnya itu. Sungguh aku ingin bersorak sorai, tapi aku juga sedih karena aku lihat Adan murung.
Dan akhir akhir ini aku menjadi penganggumnya lagi, tapi aku menjadi lebih berani karena dihari minggu pagi aku sudah berhasil menyapanya. Dan dia juga balas menyapa.
Tapi aku masih merasa menjadi penganggumnya, karena ku belum bisa menatap Adan lebih lama.
0 komentar